Dongeng Legenda Nusantara Putri Kemarau

Dongeng Legenda Nusantara Putri Kemarau – Dongeng legenda Nusantara yang ada di Indonesia berjumlah ribuan cerita rakyat Nusantara. Di blog ini saja telah lebih dari seribu Cerita Legenda Nusantara yang telah kita posting. Salah satu Cerpen Rakyat Nusantara yang paling kita sukai adalah dongeng legenda nusantara Putri Kemarau yang akan kita ceritakan di hari ini. Selamat membaca.

Dongeng Legenda Nusantara Putri Kemarau

dongeng-legenda-nusantara-putri-kemarau

Dongeng Legenda Nusantara : Putri Kemarau

Ribuan tahun yang selanjutnya di Sumatera Selatan, terdapat sebuah keraajaan yang dilanda musim kemarau selama bertahun-tahun. Akibat musim kemarau itu, rakyat jadi kelaparan. Raja sangat bingung, bagaimana langkah menangani musim kemarau tersebut.Raja punya seorang putri yang sangat cantik. Ia bernama Putri Jelitani. Namun sebab ia lahir terhadap musim kemarau, raja sering memanggilnya bersama dengan sebutan Putri Kemarau.

Suatu ketika, datanglah seorang peramal. Ia berikan mengetahui raja, bahwa kemarau yang berlangsung di kerajaannya bisa diselesaikan oleh mimpi Putri Kemarau.
Beberapa puluh tahun berlalu. Kerajaan tetap dilanda kemarau. Rakyat pun makin lama miskin dan menderita. Sementara itu, Putri Kemarau jadi gadis yang sangat cantik dan juga baik hati. Ya! Putri Kemarau telah tumbuh dewasa. Kini, ia wajib berupaya keras merampungkan musim kemarau yang tak kunjung usai.

“Putriku, dulu ada seorang peramal yang meramalkan, bahwa kerajaan kita akan diselamatkan oleh mimpimu. Apakah kau dulu bermimpi aneh selama ini?” bertanya raja.
“Ayahanda, seharusnya Ayah tak usah yakin bersama dengan ramalan. Percayalah kepada Tuhan yang memberi tambahan kita hidup. Serahkan semua masalah ini kepada-Nya. Saya yakin, semua masalah yang ada di negeri kita akan segera terselesaikan,” ujar sang putri.

Raja membetulkan perkataan sang putri. Ia pun berharap maaf kepada putrinya.
Suatu malam, Putri Kemarau bermimpi bersua bersama dengan ibunya. Padahal, selama ini ia belum dulu bersua ibunya. Itu sebab ibunya meninggal lebih dari satu pas sesudah ia lahir.
“Negeri kita akan lagi subur kalau ada seorang perempuan yang mau berkorban. Perempuan itu wajib menceburkan diri ke laut untuk dikorbankan,” ujar ibunda ratu didalam mimpi.
Putri Kemarau segera memberitahukan mimpinya berikut kepada raja.
“Apa yang wajib aku lakukan?” ucap raja, bingung.
Kumpulan Dongeng Legenda Nusantara : Putri Kemarau (Bagian 2)

Raja segera menghimpun rakyatnya. Semua rakyat pun singgah berbondong-bondong ke aula istana. Gadis-gadis juga turut berkumpul di sana. Raja selanjutnya memberitakan kepada rakyatnya, bahwa wajib ada seorang gadis yang bersedia berkorban untuk negeri mereka.
“Adakah yang mau berkorban untuk negeri kita?” bertanya raja kepada rakyatnya.

Namun, tak ada seorang pun yang menjawab. Melihat perihal itu, Putri Kemarau memberanikan diri maju di pada rakyatnya.
“Aku yang akan mengorbankan diriku. Aku ingin semua rakyat lagi bergembira. Aku ingin musim kemarau ini berlalu,” seru Putri Kemarau.
Raja terkejut bersama dengan perkataan putrinya itu. Ia merasa sangat sedih. Putri Kemarau satu-satunya yang ia miliki, dan ia tak bisa kehilangan putrinya. Namun, ia juga tak bisa menahan niat putrinya itu. Rakyat jadi turut bersedih.

Hari itu, Putri Kemarau menceburkan dirinya ke didalam lautan. Seketika, langit jadi mendung. Hujan pun turun bersama dengan lebatnya.
Tanaman lagi subur dan bunga-bunga bermekaran bersama dengan indah. Rakyat bersuka cita menyambut datangnya hujan. Tapi, tidak bersama dengan raja. Ia sangat sedih sebab telah kehilangan putri tercintanya.
Hingga suatu malam, raja bermimpi bahwa ia wajib pergi ke tebing laut untuk menemui putrinya. Raja pun terbangun. Tanpa membuang waktu, ia bergegas menuju ke tebing laut.

Benar saja, di sana ada Putri Kemarau. Olala, ternyata dia tetap hidup. Keajaiban telah berlangsung berkat ketulusan had sang putri.
“Tuhan telah menyelamatkanku sebab ketulusanku, Ayah,” ucap Putri Kemarau.
Dengan perasaan haru, raja memeluk Putri Kemarau. Semenjak pas itu, kerajaan tak lagi dilanda musim kemarau. Rakyat pun hidup senang bersama dengan hasil panen yang melimpah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *